Survey Penonton Sepak Bola Piala Dunia Di Qatar Akan Rendah

Survey Penonton Sepak Bola Piala Dunia Di Qatar Akan Rendah

Survey Penonton Sepak Bola Piala Dunia Di Qatar Akan Rendah – Pemerintahan Qatar serta panitia penyelenggara Piala Dunia 2022 di Qatar kembali menghadapi titik kritis. Mereka sebenarnya tidak henti-hentinya menerima kritik pedas atas segala macam pembangunan dan hal yang akan terjadi pada Piala Dunia tahun 2022. Kedua otoritas Qatar ini saat ini menghadapi kekritisan bahwa negara-negara Teluk bukan merupakan negara-negara yang kultur sepak bolanya kuat maka dikhawatirkan bahwa stadion akan sepi dikarenakan tidak ada penonton yang datang. Hal ini kemudian dicoba diuji dan disurvey jika Piala Dunia akan diadakan sekarang maka apakah orang tersebut akan hadir di stadion atau lebih memilih di rumah.

Hasilnya ternyata mengejutkan. Bahwa ternyata memang para warga lebih memilih untuk menonton di televisi ketimbang harus repot-repot menembus gurun pasir dan melihat di stadion. Survey ini diselenggarakan oleh situs Qatar Statistics Authority (QSA) dan bekerja sama dengan Asosiasi Sepak Bola Qatar (QFA) serta Komite Teknik Statistik Olahraga. Survey ini ternyata semakin membuktikan akan kekhawatiran bahwa penonton akan sepi. Padahal survey ini dibuat sedemikian rupa agar hasil yang tidak diharapkan muncul. Tetapi, apa mau dikata ternyata mayoritas rakyat yang mengambil survey telah menjawab tidak akan menonton ke stadion. Hal ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi Qatar untuk menarik dan mempromosikan keuntungan datang ke stadion.

Negara-negara tetangga Qatar boleh dibilang bukan negara yang fanatik dengan sepak bola. Belum lagi seperti yang sudah dilihat pada paragraf sebelumnya orang-orang biasa enggan menembus gurun pasir dan melintasi negara hanya untuk melihat secuil potongan manusia. Budaya menonton di stadion pada mereka memang belum terbangun. Mereka belum atau masih sedikit yang merasakan sensasi datang ke stadion langsung dan bagaimana meriahnya suasana dalam stadion. Hal-hal ini yang seharusnya ditingkatkan oleh Qatar. Qatar harus mengedukasi masyarakat bahwa sensasinya akan berbeda menonton televisi di rumah dengan menonton langsung di stadion. Mereka tidak bisa berteriak kencang-kencang kalau di rumah sebab mengganggu tetangga.

Berbeda memang dengan negara-negara Eropa atau Amrerika yang budaya sepak bolanya sudah ada atau bahkan Asia. Di mana para masyarakat tidak sungkan untuk datang langsung ke stadion. Negara-negara teluk khususnya dan negara-negara Arab umumnya mungkin juga masih trauma akan rezim masa lalu yang melarang orang banyak berkumpul di satu tempat termasuk stadion karena dikhawatirkan hal tersebut akan memicu pemberontakan. Survey memang bisa saja salah tapi mungkin juga akan benar. Pemerintah dan panitia penyelenggara Piala Dunia di Qatar harus bijak dan sigap menanggapi hasil survey ini karena salah-salah bisa terjadi kerugian amat besar untuk Qatar jika Piala Dunia harus sepi penonton. Juga Qatar tentunya tidak ingin tercatat dalam sejarah sebagai salah satu penyelenggara yang buruk karena gagal mendatangkan penonton.