Mesin Waktu 18 Mei 1994

Mesin Waktu 18 Mei 1994Mesin Waktu 18 Mei 1994 – Di era tahun 2000-an akhir, Barcelona memang menjadi sebuah tim yang sangat difavoritkan meraih gelar juara di beberapa musim terakhir. Dominasi El Barca sendiri tidak terbantahkan baik di tingkat domestic dan juga kompetisi Eropa. Sementara penampilan AC Milan sendiri lambat laun mulai menurun dan juga merosot tajam semenjak mereka ditinggal oleh para bintang dan juga para pemain senior usai meraih gelar Scudetto 2011 lalu. I Rossoneri sendiri musim depan tidak ikut berpartisipasi di kompetisi Eropa.

Namun situasi ini jelas berbeda ketika kita berbicara mengenai masa lalu terutama di era tahun 90-an. Tepat pada tanggal 18 Mei 1994 atau 2 dekade lalu, Milan dengan gagah perkasa mampu mengandaskan perlawanan Barcelona dengan skor telak 4-0 di babak final Liga Champions yang digelar di Olympic Stadium Athena. Milan akhirnya mampu meraih gelar ke 5 di kompetisi Liga Champions yang membuat mereka menjadi tim kedua setelah Real Madrid yang mampu melakukan ini.

Pertemuan kedua tim ini memang sudah difavoritkan sejak awal kompetisi dimulai. Apalagi baik AC Milan dan juga Barcelona sendiri mampu menjadi juara di kompetisi liga domestik pada musim tersebut dan melenggang ke babak final tanpa adanya halangan berarti alias sangat mudah. Kedua tim sama-sama mampu menang mudah di babak semi final dengan skor yang sama persis yaitu 3-0. Milan mengalahkan Monaco dan Blaugrana mengandaskan Porto.

Kedua tim sendiri mampu melaju ke babak final di 2 musim sebelumnya. Milan menjadi juara kedua di musim sebelumnya. Sedangkan Barcelona mampu menjadi juara di 2 musim sebelumnya usai mengalahkan Il Samp.

Blaugrana kala itu begitu diunggulkan mengingat Milan sendiri harus bermain tanpa beberapa pemain kunci akibat cedera. Marco van Basten dan juga Gianluigi Lentini harus absen akibat cedera yang mereka dapatkan. Sementara Franco Baresi harus absen akibat akumulasi kartu.

Namun ternyata Milan yang berada di bawah arahan Fabio Capello, langsung mendominasi laga semenjak awal. Daniele Massaro mampu menjadi bintang dengan mencetak 2 gol pada menit ke 22 dan juga ke 45. Usai jeda turun minum, Dejan Savicevic akhirnya mampu mencetak gol ke 3 AC Milan dan menaklukkan kiper Barca dan membawa Milan unggul dengan skor 3-0.

Sedangkan pasukan Johan Cruyff sendiri tidak bisa melakukan ancaman ke lini belakang Milan dimana Marcel Desailly mampu tampil gemilang dan akhirnya menambah ke 4 untuk untuk Milan pada menit ke 59 dan membuat Milan menjadi juara.