Bursa Piala Dunia Roberto Ayala Ditendang Oleh Racing Club Argentina

Bursa Piala Dunia Roberto Ayala Ditendang Oleh Racing Club Argentina

Bursa Piala Dunia Roberto Ayala Ditendang Oleh Racing Club Argentina – Mantan kapten tim nasional Argentina Roberto Fabian Ayala menjadi salah satu korban pemecatan sebagai direktur Racing Club. Krisis berkepanjangan membuat pihak manajemen tim mengambil sejumlah keputusan penting.

Racing Club merupakan salah satu dari lima klub tenar di Argentina, dan saat ini mereka menempati peringkat terbawah di klasemen dengan mengoleksi dua angka dari tujuh pertandingan yang baru dilalui pada musim ini.

“Dewan direksi, pada pertemuan mingguan mereka pada Rabu malam, mengeluarkan keputusan penting  di mana salah satu dari mereka bertanggung jawab untuk mengelola klub sepakbola secara profesional dan harus meninggalkan jabatannya,” bunyi pernyatan pihak klub melalui situs resmi, yang merujuk kepada Ayala.

Dalam kurun waktu tiga minggu pertama lalu, pelatih Luis Zubeldia setelah membawa timnya meraih tiket promosi dengan berbekal sebuah pemain-pemain muda bertalenta harus menerima kenyataan pemecatan setelah mengawali dengan hasil imbang dan diikuti tiga kekalahan beruntun.

Ayala, dikritik karena melakukan perekrutan buruk di sepanjang pra-musim, ditunjuk untuk menggantikan peran mantan pelatih berpengalaman Boca Juniors Carlos Ischia di posisinya, tetapi ia berjuang penuh untuk mengubah gelombang besar yang melanda klub tersebut.

Dewan dibagi menjadi dua kelompok, satu dipimpin oleh presiden Gaston Cogorno, dan yang lain oleh wakil presiden Rodolfo Molina yang memimpin pemanggilan untuk pemecatan Ayala Bursa Piala Dunia.

Suasana di Racing Club saat ini sungguh jauh berbeda ketika bulan Juni lalu, di mana mereka merayakan tiga kemenangan untuk memastikan kemenangan akhir dan mengalahkan dari rival Independiente untuk keluar dari zona degradasi.

Ayala, 40 tahun, memutuskan untuk kembali ke Argentina setelah 14 tahun lamanya berada di Eropa untuk sejumlah klub tenar seperti Napoli, AC Milan, Valencia dan Real Zaragoza.

Ia kembali ke Racing Club sebagai pemain sebelum memutuskan untuk gantung sepatu dalam kurun dua musim lalu.

Sementara pada 25 Agustus lalu pihak manajemen tim terlebih dulu memecat Luis Zubeldia setelah 15 bulan berada di klub tersebut serangkaian hasil buru di awal Liga Apertura Argentina.

Saat itu Zubeldia merupakan korban perdana bagi seorang pelatih yang kehilangan jabatan di musim ini, meski baru menjalani empat laga di musim ini, sehiingga posisi terbawah tidak beranjak dari dasar klasemen.

“Berdasarkan perjalanan buruk dari beberapa pertandingan di awal musim, membuat pihak otoritas klub mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan pekerjaan Zubeldia yang kompetisi telah bergulir sejak Mei 2012,” bunyi pernyataan Racing.

Tadinya banyak pihak memperkirakan penampilan Racing di musim ini akan membaik, setelah melalui musim kompetisi lalu dengan baik, di mana Zubeldia memasukkan sejumlah pemain muda bertalenta dan mampu memetik tiga kemenangan akhir dan mencapai partai final Copa Argentina Bursa Piala Dunia.