Bursa Piala Dunia Kritik Kebijakan Qatar

Bursa Piala Dunia Kritik Kebijakan Qatar

Bursa Piala Dunia Kritik Kebijakan Qatar – Lagi-lagi Qatar bermasalah. Negara yang sudah ditetapkan sebagai penyelanggara Piala Dunia 2022 oleh FIFA ini, sepertinya, selalu dihantui masalah tentang pelaksanaan penyelenggaraan Piala Dunia tersebut. Rumornya sejak awal terpilihnya Qatar banyak yang tidak setuju Qatar menjadi tuan rumah sebenarnya. Masalah cuaca menjadi faktor utama ketidaksukaan ini.

Masalah lainnya adalah tentag pemilihan Qatar ini sendiri yang ditenggarai banyak faktor kepentingan dan komersial di dalamnya. Kemudian berlanjut ke dalam masalah konflik internal dalam negara Qatar sendiri, dimulai dari buruh pekerja pembangun stadion yang enggan untuk meneruskan pekerjaan sampai kemudian sekarang Qatar diserang oleh lawan-lawan politiknya baik di dalam negeri maupun luar negeri akibat kebijakannya yang semakin menyamankan pihak swasta asing ketimbang mensejahterakan rakyatnya sendiri.

Kali ini pihak oposisi pemerintahan Qatar mengatakan bahwa sudah seharusnya pemerintah mementingkan rakyat banyak dibandingkan memuaskan pihak asing yang tidak jelas kontribusinya. Mereka menganggap Piala Dunia nantinya akan menjadi ajang bisnis bagi para pihak asing untuk semakin mengeruk keuntungan dari tanah Qatar. Wakil Partai Pembangunan Keadlian, partai oposisi pemerintah di Qatar, yakni Zahir Belounis menyatakan bahwa sepatutnya pemerintah sembari menyelenggarakan Piala Dunia sembari juga mensejahterakan rakyat banyak.

“Kami tentu saja senang Piala Dunia akan berlangsung di negara kami tetapi kemudian kami melihat beberapa orang bahkan harus mati karena kelaparan. Sebuah kenyataan yang menyedihkan jikalau kemudian ketika Piala Dunia ada seonggok mayat karena kelaparan. Piala Dunia dan kesejahteraan rakyat bukan sebuah yang harus dipertentangkan tetapi justru wajib berjalan seiringan.” Terang Belounis.

Sementara itu dari juru bicara pemerintah berkilah bahwa hal ini sudah tepat dengan memberikan Piala Dunia kepada rakyat juga mengerjakan pembangunan. Sebuah hal yang memang sebenarnya diajukan dan diinginkan banyak pihak. Pemerintah telah yakin bahwa negara sudah dalam jalur yang benar untuk membuat rakyatnya tidak mati kelaparan di pinggir jalan.

Essam Al Amir menambahkan bahwa selama ini mereka sudah berkoordinasi dengan panitia Piala Dunia jika ada yang sekiranya memang harus ditangani bersama. Piala Dunia bukan hanya hajat hidup penggemar sepak bola tetapi juga hajat hidup orang banyak yang menggantungkan hidupnya bisa jadi pada pembangunan stadion ataupun penjualan-penjualan pernak-pernik sepak bola seperti kostum dan terompet atau bisa juga syal.

“Kami optimis pada saatnya nanti semua rakyat akan bahagia. Semua warga negara bisa terhibur dan pada akhirnya melupakan permasalahan kehidupan yang ditanganinya. Karena pangkal dari hidup bahagia adalah melepaskan sejenak penat untuk kemudian bisa tetap waras dalam menilai.” Kata Al Amir.

Menarik memang penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar ini. Karena belum juga berlangsung telah banyak kontroversi yang terjadi. Bisa anda bayangkan jika hal-hal ini masih terjadi sembilan tahun kemudian, saat Piala Dunia sudah diselenggarakan Bursa Piala Dunia.